Ahad, 8 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi Alumni Alhuda Angkatan 2001. Bertempat di Kedai Amat Senang, milik Teh Mila yang juga merupakan bagian dari angkatan 2001, acara silaturahmi ini berlangsung hangat, sederhana, namun sarat makna. Bukan sekadar temu kangen biasa, kegiatan ini menjadi momentum mempererat kembali ukhuwah, mengenang masa-masa sekolah, sekaligus menyatukan visi untuk melangkah bersama di masa depan.
Sejak pagi hari, para alumni mulai berdatangan dengan wajah penuh semangat. Suasana Kedai Amat Senang yang nyaman dan bersahabat terasa semakin hidup oleh tawa dan obrolan yang mengalir tanpa jeda. Ada yang sudah lama tidak bertemu, ada pula yang baru pertama kali hadir dalam agenda silaturahmi sejak kelulusan. Namun satu hal yang sama: rasa kebersamaan itu masih utuh, tidak tergerus waktu.
Teh Mila selaku tuan rumah menyambut para sahabatnya dengan penuh kehangatan. Kedai yang ia rintis menjadi saksi bagaimana alumni tidak hanya bertemu untuk bernostalgia, tetapi juga saling mendukung dalam perjalanan hidup masing-masing. Kehadiran acara di tempat usaha milik alumni sendiri juga menjadi simbol nyata bahwa angkatan 2001 terus bertumbuh, saling menguatkan, dan bangga atas pencapaian satu sama lain.
Acara dibuka secara sederhana namun khidmat. Sambutan demi sambutan mengingatkan kembali bahwa perjalanan sejak lulus dari Alhuda bukanlah akhir, melainkan awal dari proses panjang pengabdian di masyarakat. Banyak di antara alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang: pendidikan, usaha, pemerintahan, hingga aktivitas sosial keagamaan. Silaturahmi ini menjadi ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, dan inspirasi.
Momentum semakin terasa istimewa ketika sesi tausiyah dimulai. Tausiyah disampaikan oleh Ust. Ayi Rudiana, M.Pd, yang juga merupakan Alumni Alhuda Angkatan 2001. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan sebagai bagian dari iman. Silaturahmi, menurutnya, bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi.
Beliau menekankan bahwa usia boleh bertambah, tanggung jawab boleh semakin besar, namun akar kebersamaan jangan sampai tercerabut. Justru di tengah kesibukan masing-masing, alumni perlu memiliki wadah untuk saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling membantu. Ukhuwah yang dibangun sejak bangku sekolah adalah modal sosial yang luar biasa jika terus dijaga dan dirawat.
Tausiyah tersebut tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif untuk membangun peran angkatan 2001 yang lebih terorganisir. Dalam suasana penuh keakraban itu pula, Ust. Ayi Rudiana, M.Pd didapuk dan disepakati sebagai Ketua Alumni Alhuda Angkatan 2001. Penunjukan tersebut disambut dengan antusias dan dukungan penuh dari para alumni yang hadir.
Penetapan beliau sebagai ketua angkatan menjadi babak baru perjalanan kebersamaan Alumni Alhuda 2001. Diharapkan, di bawah kepemimpinannya, komunikasi antaralumni semakin solid, program-program sosial dapat dirancang dengan lebih terarah, dan kontribusi nyata untuk almamater maupun masyarakat bisa diwujudkan secara berkelanjutan.
Tak hanya serius dan khidmat, acara ini juga dipenuhi canda tawa. Obrolan ringan tentang masa sekolah, kenangan guru-guru, hingga cerita-cerita lucu di masa lalu menjadi bumbu yang menghidupkan suasana. Beberapa alumni bahkan mengabadikan momen kebersamaan dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenangan berharga.
Silaturahmi ini membuktikan bahwa waktu mungkin memisahkan jarak, namun tidak mampu memutus ikatan hati. Dua puluh lima tahun setelah kelulusan, semangat kebersamaan itu masih terasa kuat. Justru kini, dengan kedewasaan dan pengalaman hidup masing-masing, kebersamaan tersebut menjadi lebih bermakna dan terarah.
Ke depan, Alumni Alhuda Angkatan 2001 berkomitmen untuk menjadikan silaturahmi sebagai agenda rutin, bukan hanya seremonial. Ada harapan besar agar kebersamaan ini mampu melahirkan program-program yang bermanfaat, baik untuk sesama alumni, keluarga besar Alhuda, maupun masyarakat luas.
Dari Kedai Amat Senang, tersirat satu pesan kuat: kebersamaan adalah kekuatan. Dan selama tali silaturahmi terus terjaga, Angkatan 2001 akan selalu solid, kompak, dan siap melangkah bersama.
Silaturahmi bukan sekadar bertemu. Ia adalah pengingat bahwa kita pernah berjalan di lorong yang sama, belajar di ruang yang sama, dan kini dipertemukan kembali dalam tujuan yang sama: menjaga persaudaraan hingga akhir hayat.

0 Komentar