Tapping Ramadhan di PJTV: Ayi Rudiana, M.Pd Angkat Isu Iman & Digital di Program NGOPI

Ayi Rudiana, M.Pd

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, PJ TV kembali menyiapkan tayangan religi unggulan yang relevan dengan denyut zaman. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah NGOPI (Ngobrol Perihal Iman), sebuah talkshow religi dengan konsep santai namun sarat makna.

Dalam proses tapping yang berlangsung di studio PJTV, hadir sosok Ayi Rudiana, M.Pd, Ketua Alumni Angkatan 2001 sekaligus Kepala MTs Al Marwah Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau menjadi perhatian tersendiri, mengingat kiprahnya yang konsisten di dunia pendidikan dan dakwah.

Program NGOPI dikenal dengan pendekatannya yang membumi—obrolannya ringan, tapi isinya dalem. Dan episode kali ini jelas bukan sekadar formalitas Ramadhan. Ayi Rudiana mengangkat tema krusial: menjaga dan menanamkan iman di tengah derasnya arus digital. Tema yang relate banget, apalagi di era notifikasi lebih sering berbunyi daripada azan pengingat.

Tapping berlangsung hangat dan cair, dipandu oleh Asep Tapip, host yang piawai mengemas diskusi serius jadi obrolan yang enak dicerna. Kombinasi gaya komunikatif host dan kedalaman materi dari narasumber membuat suasana diskusi terasa hidup—nggak menggurui, tapi tetap ngena.

Dalam sesi perbincangan, Ayi Rudiana menegaskan bahwa digitalisasi sejatinya bukan musuh iman. Teknologi bersifat netral—yang menentukan arah manfaatnya adalah manusia. Menurutnya, tantangan terbesar hari ini bukan sekadar akses informasi, melainkan kemampuan menyaring dan memaknai informasi tersebut dengan nilai keimanan yang kuat.

Sebagai Ketua Alumni Angkatan 2001, Ayi Rudiana juga menyinggung pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam membentuk karakter generasi muda. Iman tidak cukup ditanamkan lewat teori, tetapi harus dihadirkan dalam keteladanan, kebiasaan, dan cara bersikap—termasuk saat berinteraksi di ruang digital.

Diskusi dalam tapping NGOPI juga menyoroti fenomena yang akrab dengan kehidupan sehari-hari: budaya flexing, pencarian validasi di media sosial, hingga krisis figur teladan. Di sinilah iman berfungsi sebagai kompas—penentu arah di tengah ramainya dunia maya yang sering kali membingungkan.

Menariknya, episode ini turut mendapat dukungan dari brand lokal Peci Manis HM Toha Bandung. yang dikelola oleh Defi Fahrur Rozi yang juga merupakan alumni angkatan 2001. Dukungan ini memperlihatkan sinergi positif antara media, dakwah, dan pelaku UMKM dalam menghadirkan konten Ramadhan yang bernilai edukatif sekaligus inspiratif.

Tapping program NGOPI ini menjadi penanda keseriusan PJTV dalam menghadirkan tayangan Ramadhan yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga membangkitkan kesadaran. Bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi bersama.

Dengan materi yang kontekstual, narasumber yang kredibel, dan kemasan yang komunikatif, NGOPI siap menjadi salah satu program yang menemani masyarakat selama Ramadhan tahun ini. Pesannya jelas: di tengah dunia yang makin digital dan serba cepat, iman tidak boleh tertinggal—justru harus diperkuat.

Ramadhan sebentar lagi. Dan lewat NGOPI, kita diajak berhenti sejenak, duduk santai, lalu ngobrol serius soal iman. Karena hidup boleh makin modern, tapi arah tetap harus lurus.


💬 Tanya Penulis



Posting Komentar

0 Komentar