Mimbar Jum'at Edisi 01
Oleh Ust. Dadang Sulaeman, S.Pd
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ramadhan adalah tamu agung yang datang membawa ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Namun, tidak semua orang keluar dari Ramadhan dengan hasil yang sama. Manusia terbagi menjadi dua golongan besar:
Pertama: Golongan Muhlik (Golongan yang Celaka)
Yaitu mereka yang memasuki Ramadhan, namun keluar darinya tanpa mendapatkan ampunan Allah.
Rasulullah ﷺ memperingatkan dengan sabda yang sangat keras:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ. (رواه الترمذي)
“Sungguh hina (celaka) seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu Ramadhan berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.”
Betapa meruginya…
Ramadhan yang penuh rahmat, malam-malam yang dipenuhi pahala, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup—namun ia tetap keluar tanpa ampunan.
Ini bukan karena Allah pelit, tetapi karena ia sendiri yang lalai:
- Lalai dari shalat
- Lalai dari istighfar
- Lalai dari memperbaiki hati
Sibuk dengan dunia, tetapi kosong dari ibadah
Kedua: Golongan Muflih (Golongan yang Beruntung)
Yaitu mereka yang menjadikan Ramadhan sebagai jalan kembali kepada Allah, hingga keluar dalam keadaan bersih dari dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (متفق عليه)
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Bahkan dalam hadis lain:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ. (رواه مسلم)
“Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama menjauhi dosa besar.”
Maka orang yang beruntung adalah:
- Yang puasanya penuh keimanan
- Yang malamnya hidup dengan ibadah
- Yang lisannya basah dengan dzikir
- Yang hatinya dipenuhi taubat
Ia keluar dari Ramadhan seperti bayi yang baru dilahirkan—bersih tanpa dosa.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Kita tidak tahu, apakah ini Ramadhan terakhir kita.
Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut Rasulullah: “Ragima anfuhu…” — celaka dan hina.
Mari bertanya pada diri kita:
- Apakah Ramadhan ini mengubah kita?
- Apakah dosa kita berkurang?
- Ataukah kita tetap sama… bahkan lebih lalai?
Jika hari ini hati kita masih hidup, maka pintu taubat masih terbuka.
Jangan keluar dari Ramadhan kecuali dalam keadaan telah memohon ampunan.
اللهم اجعلنا من المقبولين، ولا تجعلنا من المحرومين
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang Engkau terima amalnya, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang (dari ampunan-Mu).”

0 Komentar