Penutupan Gebyar Ramadhan Pesantren Miftahul Haq: Sebulan Penuh Pembinaan, Iman, dan Kebersamaan

 

Gebyar Ramadhan Pesantren Miftahul Haq

Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Gebyar Ramadhan Pesantren Miftahul Haq akhirnya resmi ditutup dalam suasana penuh syukur dan kebahagiaan. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih lima pekan, mulai 8 Februari hingga 14 Maret 2026, ini menjadi momentum penting dalam membina generasi muda serta memperkuat semangat keislaman di tengah masyarakat.

Selama satu bulan penuh, berbagai program pembinaan digelar oleh Yayasan Sarongge Edu Media sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Khitanan Santri, Syiar Islam dan Kepedulian Sosial

Rangkaian Gebyar Ramadhan diawali dengan kegiatan khitanan santri yang diikuti oleh 6 orang peserta. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus wujud kepedulian sosial yayasan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pesantren Miftahul Haq ingin menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Pesantren Ramadhan: Belajar Mengaji, Ibadah, dan Akhlak

Kegiatan berikutnya adalah Pesantren Ramadhan untuk anak usia TK dan SD yang diikuti oleh 25 orang santri. Dalam kegiatan ini, anak-anak dibimbing untuk memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an melalui tadarus, membiasakan shalat berjamaah dengan mengikuti tarawih, serta mempelajari akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, program ini juga menargetkan penguatan baca tulis Al-Qur’an dan pembiasaan tahfidz, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari sekolah umum. Para santri juga dibimbing untuk menghafal doa-doa harian serta memperkuat kebiasaan ibadah sejak usia dini.

Diharapkan para peserta Pesantren Ramadhan dapat melanjutkan pembinaan dengan mengikuti Program TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang diselenggarakan oleh Pesantren Miftahul Haq. Program ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk terus belajar membaca Al-Qur’an, mencintai Al-Qur’an, serta tumbuh bersama nilai-nilai Islam.

Talkshow Keislaman untuk Majelis Husnul Khotimah

Tidak hanya anak-anak, pembinaan juga diberikan kepada kaum ibu melalui Majelis Husnul Khotimah yang diikuti oleh sekitar 50 orang peserta.

Dalam kegiatan ini diselenggarakan berbagai talkshow dengan tema keislaman, di antaranya mengenai keutamaan bulan suci Ramadhan serta dialog seputar fiqih. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengingat kembali tujuan utama kehidupan seorang muslim, yaitu mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dan berharap dapat meninggal dalam keadaan iman dan kebaikan.

Diharapkan majelis ta’lim Husnul Khotimah dapat terus berkembang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta tetap konsisten mengikuti program kajian rutin yang diselenggarakan di Pesantren Miftahul Haq.

Sosialisasi Pendidikan: PPDB TK & SDIT Miftahul Haq

Selain menjadi wadah pembinaan, kegiatan Gebyar Ramadhan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi bahwa Pesantren Miftahul Haq masih membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang TK dan SDIT tahun ajaran 2026/2027.

Melalui lembaga pendidikan ini, Miftahul Haq ingin menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga menanamkan nilai iman, akhlak, serta karakter kepemimpinan pada generasi muda.

Karena pada hakikatnya, masa depan umat tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kekuatan akhlak dan keimanan generasinya.

Anak-anak yang hari ini terlihat bermain, belajar, dan mengaji…
merekalah yang kelak akan menjadi pemimpin, guru, ulama, dan penerus perjuangan umat.

Shodaqoh Tarawih, Menjaga Semangat Jamaah

Program lain yang tidak kalah menarik adalah Shodaqoh Tarawih, yaitu pemberian snack kepada para jamaah yang mengikuti shalat tarawih.

Program sederhana ini ternyata memberikan dampak yang sangat positif. Jika biasanya jumlah jamaah tarawih hanya ramai di awal Ramadhan dan kemudian berkurang, tahun ini justru terlihat lebih stabil.

Berdasarkan pengamatan panitia, jumlah jamaah tarawih bertahan di kisaran 70–80 orang setiap malam, bahkan hingga malam ke-25 saat kegiatan penutupan dilaksanakan, jumlah jamaah masih mencapai sekitar 75 orang.

Hal ini menunjukkan bahwa program kecil yang dilakukan dengan niat baik mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan memotivasi masyarakat untuk terus memakmurkan masjid di bulan suci Ramadhan.

Menutup dengan Harapan

Dengan berakhirnya rangkaian Gebyar Ramadhan ini, besar harapan seluruh pengurus dan panitia agar kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi benar-benar meninggalkan jejak kebaikan bagi para peserta dan masyarakat.

Semoga semangat belajar Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, serta mempererat ukhuwah yang telah tumbuh selama Ramadhan ini dapat terus terjaga, bahkan semakin kuat di masa yang akan datang.


Posting Komentar

0 Komentar