Pameungpeuk — Program NYABA (Nyambungkeun Babarayaan) dari Alumni MA Al-Huda Angkatan 2001 kembali digelar dengan nuansa haru dan penuh makna. Kali ini, kunjungan dilakukan ke kediaman almarhum Bapak Cucu Sutia, salah satu rekan alumni yang beberapa waktu lalu telah berpulang untuk selama-lamanya.
Berlokasi di Kampung Cibiuk, Desa Langonsari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, rombongan alumni yang diwakili oleh ketua angkatan beserta beberapa pengurus hadir secara langsung untuk bersilaturahmi dengan keluarga yang ditinggalkan.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ada rasa kehilangan yang masih terasa, tapi juga ada semangat kebersamaan yang terus dijaga. Dalam momen tersebut, perwakilan alumni menyerahkan santunan yang merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari seluruh rekan-rekan Angkatan 2001.
Ketua angkatan menyampaikan bahwa program NYABA bukan hanya soal kumpul-kumpul atau nostalgia, tapi juga tentang hadir di saat-saat penting—terutama ketika salah satu keluarga besar sedang menghadapi ujian hidup.
“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi tentang rasa. Kita pernah satu perjuangan, dan itu nggak boleh putus hanya karena waktu,”
Keluarga almarhum pun menyambut kedatangan rombongan dengan penuh rasa terima kasih. Kehadiran para alumni menjadi penguat di tengah suasana duka yang masih terasa.
Program NYABA sendiri memang dirancang sebagai jembatan silaturahmi antar alumni, sekaligus menjadi ruang untuk saling menguatkan. Dari yang tadinya sekadar inisiatif kecil, kini berkembang jadi gerakan yang punya dampak nyata—bukan cuma untuk alumni, tapi juga untuk keluarga mereka.
Di tengah dunia yang makin sibuk dan individualis, langkah sederhana seperti ini justru terasa “mahal”. NYABA jadi bukti kalau kebersamaan itu bukan cuma kenangan masa lalu, tapi juga aksi nyata di masa sekarang.
Dan satu hal yang jelas—ikatan alumni 2001 ini bukan sekadar status, tapi keluarga. Selamanya.

0 Komentar